Proporsi Dalam Prinsip Dasar Seni Rupa Adalah

Proporsi Dalam Prinsip Dasar Seni Rupa – Prinsip seni rupa adalah cara menyusun atau mengatur unsur-unsur seni rupa sedemikian rupa hingga dapat membentuk suatu karya seni.

Dengan kata lain, prinsip seni rupa adalah pedoman dalam membuat sebuah karya seni rupa.

Secara harfiah, seni merupakan keahlian membuat karya bermutu yang dilihat dari segi keindahan, kehalusan, dan lainnya. Seni memiliki sejumlah cabang, salah satunya adalah seni rupa. Seni rupa juga dapat diartikan sebagai seni pahat seperti patung dan seni lukis.

Seni rupa memiliki elemen-elemen pokok yang sangat penting di dalamnya, yaitu titik, garis, warna, bentuk, ruang, bidang, dan tekstur. Tak hanya itu, ketika ingin membuat karya seni rupa, ada komposisi atau prinsip yang harus diperhatikan.

Proporsi adalah? Proporsi merupakan salah satu kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun yang biasa kita dengar ialah kata proporsional. Proporsional biasa kita dengar dalam kalimat yang mengandung perbandingan dan deskripsi suatu hal. Contohnya seperti pada kalimat “tinggi dan berat badannya sangat proporsional”. Artinya kata proporsional ini menjelaskan sifat dari hal tersebut.

Tentang Dasar Prinsip Seni Rupa

Proporsi atau proportion dalam bahasa Inggris adalah salah satu prinsip dasar tata rupa yang penting dipenuhi untuk memperoleh keserasian pada sebuah karya seni rupa. Istilah “proporsi” diartikan secara singkat sebagai “perbandingan ukuran”. Bila istilah ini dikenakan pada suatu objek yang proporsinya tampak wajar maka disebut “proporsional” yang berarti perbandingan ukuran yang serasi. Kesan serasi suatu objek pada dasarnya bersifat relatif. Namun, pada objek tertentu, keserasian yang timbul dari perbandingan ukuran yang sesuai memiliki standar tertentu yang dibangun melalui hasil riset, teori, atau karena kebiasaan yang belangsung secara alami. Proporsi yang memiliki standar tertentu ada yang bersifat matematis yang dikenal dengan The Golden Mean (Proporsi Agung), yaitu proporsi yang paling populer dan banyak dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur.

Pada karya seni rupa, proporsi dapat diidentifikasi ke dalam tiga macam, yaitu proporsi satu benda/objek, proporsi antarbenda/objek, dan proporsi ruang. Proporsi satu benda adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian suatu objek, ada yang sifatnya alamiah misalnya proporsi manusia dan ada pula sifatnya buatan manusia seperti proporsi meja, kursi, mobil, motor, sepeda, dan lain-lain. Keproporsionalan suatu benda atau objek buatan manusia terbentuk karena mempertimbangkan aspek ergonomi (kenyamanan manusia ketika menggunakan benda tersebut).

Proporsi antar benda atau objek adalah perbandingan ukuran antara benda/objek yang satu dengan benda/objek lainnya pada sebuah karya seni rupa, misalnya perbandingan ukuran mobil dengan manusia, dan kelinci pada sebuah lukisan realis.

Sedangkan, proporsi ruang adalah perbandingan ukuran antara objek yang digambarkan dengan ruang atau bidangnya, misalnya perbandingan ukuran objek yang dilukiskan dengan kanvasnya, perbandingan ukuran patung dengan ruang tempat patung itu diletakkan, perbandingan ukuran dan jumlah prabot dengan luas ruangannya, dll. Dalam bidang desain proporsi ini dapat dilihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.

Jika ada pertanyaan tentang Proporsi dalam prinsip dasar seni rupa adalah ….

Maka piihlah jawabannya dibawah ini :

   A.   suatu cara untuk mengatur, menyusun, dan meramu dengan dasar kaidah yang ada

   B.    stabilitas atau kesan adanya daya tarik yang sama antarbagian tanpa meniadakan aksentuasi

   C.    keteraturan dan keseimbangan tatanan di antara bagian-bagian gambar/lukisan

   D.   susunan atau perulangan yang teratur dari elemen atau unsur dalam suatu objek karya

   E.    perbandingan ukuran yang ideal dari objek, baik menurut kenyataan maupun perasaan 

Pembahasan:

Proporsi dalam prinsip dasar seni rupa adalah perbandingan ukuran yang ideal dari objek, baik menurut kenyataan maupun perasaan. Jawaban: E = Proporsi dalam prinsip dasar seni rupa adalah perbandingan ukuran yang ideal dari objek, baik menurut kenyataan maupun perasaan 

Pengertian Proporsi

Proporsi Dalam Prinsip Dasar Seni Rupa

Proporsi adalah hubungan antar bagian dari suatu desain atau hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Kata proporsi sering digunakan dalam dunia estetika atau seni. Terutama pada seni rupa. Proporsi juga bisa dikatakan sebagai bagian (persentase) atas suatu kejadian khusus dari keseluruhan data yang ada. Tak hanya pada estetika dan seni, namun kata ini juga digunakan pada keadaan sekitar, contohnya hukum proporsi alam bahwa bintang bersinar di malam hari, air sungai mengalir ke laut, dan sebagainya.

Perbandingan merupakan dasar dari setiap sistem proporsi. Suatu nilai yang memiliki harga tetap, dapat digunakan sebagai pembanding yang lain. Suatu proporsi yang baik terletak pada hubungan antara bagian-bagian suatu bangunan atau antara bagian bangunan dengan bangunan secara keseluruhan. Dengan begitu hal ini akan menumbuhkan satu sistem proporsi yang menarik untuk dikembangkan yaitu golden section. Maknanya pada sistem ini hasilnya nersifat matematis dan geometris.

Intinya proporsi merupakan perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian benda yang menjadi objek gambar. Definisi proporsi dalam kamus besar bahasa Indonesia (kbbi) berarti keseimbangan. Itu berarti suatu hal harus memiliki keseimbangan terutama dalam hal ukuran dan bentuk. Kita sering mendengar dalam kehidupan sehari-hari seperti antara berat badan dan tinggi sangat proporsional. Maksudnya berat badan dan tingginya sangat seimbang.

9 Prinsip Dasar Seni Rupa

Suatu hal yang mengandung proporsi berarti harus memiliki kesan keseimbangan yang ideal (pantas, sesuai, dan benar) antara unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam kesatuan unsur rupa. Terkadang ada gambar yang tidak memiliki proporsi. Itu berarti gambar tersebut kurang keseimbangan misalnya dalam warna yang digunakan atau bentuknya yang kurang sesuai. Proporsi sangat diperlukan dalam sebuah seni. Karena hal tersebut akan membuat sebuah karya seni memiliki nilai estetika tinggi.

Arti proporsi memang tidak semua orang mengetahuinya. Namun sebenarnya setiap orang perlu mengetahuinya. Walaupun memang istilah ini banyak digunakan pada dunia seni, tetapi dalam hal lain juga sangat diperlukan. Makna proporsi berarti seimbang atau pas. Dalam setiap hal juga perlu seimbang. Misalnya dalam melakukan pekerjaan Anda harus melakukannya dengan seimbang antara pekerjaan dengan istirahat.

Dalam hal tersebut, waktu yang Anda gunakan untuk bekerja harus sama jumlahnya dengan waktu beristirahat. Jika berlebihan diantara salah satunya, bisa dikatakan orang tersebut kurang memperhatikan proporsi untuk dirinya. Proporsi dalam hal tersebut juga memiliki tujuan yang sama agar bisa lebih bagus dalam hal tersebut.

Penelitian lain menyimpulkan bahwa proporsi adalah upaya pengaturan yang berkenaan dengan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Hal-hal yang berkaitan dengan proporsi yaitu besar, kecil, luas, sempit, panjang, pendek, tinggi dan rendah. Pada Seni rupa prinsip proporsi ini digunakan untuk mempertimbangkan perbandingan bidang kertas atau kanvas dengan objek yang digambar atau di lukis. Prinsip ini juga lebih menekankan pada variasi atau keragaman ukuran unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan yang utuh.

Selengkapnya, kamu bisa mempelajari penjelasan dari masing-masing prinsip berikut ini.

1. Kesatuan

Kesatuan dalam seni rupa diartikan sebagai unsur-unsur yang saling berkaitan dengan baik. Keberhasilan sebuah seni rupa dimulai dari rancangannya. Oleh karena itu, seorang seniman dapat melihat terlebih dulu kesatuan dalam rancangannya.

Kesatuan merupakan perpaduan antara unsur seni rupa yang satu dengan yang lainnya sehingga unsur-unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain (tidak berdiri sendiri).

Dengan prinsip kesatuan, maka akan tercipta sebuah karya seni rupa yang indah, serasi, dan menarik.

Kesatuan dapat dicapai melalui beberapa pendekatan unsur seni rupa, antara lain adalah:

  • Kesamaaan Unsur
  • Kemiripan Unsur
  • Keselarasan Unsur
  • Keterikatan Unsur
  • Keterkaitan Unsur, dan
  • Kerapatan Unsur

2. Keseimbangan

Keseimbangan merupakan kesan kestabilan yang ditunjukkan oleh objek seni rupa sehingga memiliki daya tarik yang sama di setiap sisinya.Keseimbangan dalam seni rupa dapat dilihat dari empat poin, yakni simetris, asimetris, radial/sentral, dan kesan yang diberikan. Keseimbangan ini didapat dari pengelompokkan objek kecil di antara benda besar, penggunaan banyak warna terang dengan sebuah objek berwarna gelap, dan sebagainya.

Prinsip keseimbangan erat kaitannya dengan berat atau tumpuan pada suatu karya seni.

Namun, hal tersebut tidak merujuk pada keadaan fisik, tapi lebih ke kesan visualnya.

Jika sebuah karya seni rupa tidak memiliki keseimbangan, maka karya tersebut akan tidak nyaman untuk dilihat.

Oleh karena itu, prinsip keseimbangan merupakan salah satu prinsip yang sangat penting agar suatu karya seni enak dilihat dan tidak berat sebelah.

Keseimbangan sendiri dapat terbagi menjadi 4 macam, yaitu:

  • Keseimbangan Simetris (Symmetrical Balance)
  • Keseimbangan Asimetris (Asymmetrical Balance)
  • Keseimbangan Memancar (Radial Balance)
  • Keseimbangan Sederajat (Obvious Balance)

3. Irama

Dalam sebuah karya seni rupa, irama atau ritme dapat berupa pengulangan bentuk, warna, atau motif. Pengulangan ini bebas dilakukan sesuai selera sang seniman.Irama perubahan dari besar ke kecil disebut irama progresif, sedangkan dari kecil ke besar disebut irama mengalun. Irama dengan pengulangan bentuk, ukuran, dan warna yang sama disebut irama repetitif.

Irama dalam seni rupa merupakan pengulangan satu atau lebih unsur yang dilakukan secara teratur dan terus menerus.

Umumnya, pengulangan unsur yang paling sering dilakukan adalah susunan garis, bentuk, atau warna.

Dengan melakukan pengulangan tersebut, maka objek yang dihasilkan seolah-olah memiliki kesan bergerak.

Hal ini dapat terjadi karena adanya efek dari pengulangan yang dilakukan, yaitu perbedaan arah motif, perbedaan posisi unsur, dan lain-lain.

Untuk bisa menghasilkan irama yang harmonis dan bernilai estetik, seorang seniman harus cerdas dalam memilih variasi warna, ukuran, jarak, serta tekstur.

4. Komposisi

Komposisi merupakan penyusunan unsur-unsur seni rupa agar menjadi sususnan yang teratur, serasi, dan menarik.

Suatu karya seni rupa bisa terlihat indah karena adanya prinsip komposisi yang saling menghubungkan unsur seni sehingga menjadi lebih estetis.

Komposisi sendiri bisa dikelompokkan menjadi 3 macam pola, yaitu:

  • Pola Simetri
  • Pola Asimetri
  • Pola Bebas

5. Proporsi

Proporsi dalam seni rupa merupakan perbandingan porsi antar unsur dalam suatu objek.

Agar suatu karya seni terlihat menarik, tentu harus memiliki perbandingan atau porsi yang pas.

Proporsi yang dimaksud antara lain adalah besar-kecil, panjang-pendek, luas-sempit, tinggi-rendah, dan lain-lain.

Contoh penerapan proporsi dalam seni rupa dapat ditemukan ketika melukis wajah manusia.

Ketika melukis wajah, maka ukuran antara alis, mata, hidung, serta mulut harus seimbang.

6. Keselarasan

Keselarasan adalah prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur yang ada dalam seni rupa agar menciptakan perpaduan yang selaras.

Dengan keselarasan tersebut, maka akan tercipta sebuah karya seni rupa yang indah dan menarik.

Untuk mencapai keselarasan, seorang seniman bisa menggunakan berbagai macam cara, misalnya mengatur perpaduan warna, mengatur pencahayaan, atau menata bentuk.

Dengan demikian, unsur-unsur yang ada dapat terlihat rapi dan tidak terlalu mencolok satu sama lain.

7. Gradasi

Gradasi merupakan susunan dua atau lebih warna dari satu tingkat ke tingkat yang lain, misalnya dari gelap ke terang atau sebaliknya.

Prinsip gradasi paling sering digunakan saat membuat lukisan, khususnya lukisan dengan aliran naturalisme.

Dengan menggunakan gradasi, maka sebuah karya seni rupa dapat terlihat lebih hidup.

8. Kontras

Selain keselarasan, dalam seni rupa juga terdapat ketidakselarasan.

Hal ini disebut sebagai kontras, yaitu kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang saling berlawanan.

Kontras dapat diterapkan pada perbedaan warna, bentuk, atau ukuran.

Contoh dari penerapan kontras adalah adanya warna gelap dan terang, ukuran besar dan kecil, atau tekstur lembut dan kasar.

Dengan adanya kontras, maka sebuah karya seni rupa akan terlihat lebih menarik dan tidak monoton.

9. Penekanan (Center of Interest)

Penekanan juga bisa disebut sebagai prinsip dominasi, yaitu cara untuk menampilkan objek tertentu agar terlihat lebih menonjol dan berbeda dari objek di sekitarnya.

Tujuan dari prinsip penekanan adalah agar fokus utama pemirsa tertuju pada objek tersebut (menjadi pusat perhatian).

Cara untuk menerapkan penekanan dalam seni rupa bisa bermacam-macam, mulai dari mengatur posisi, warna, ukuran, dan lain-lain.

Nah, itulah penjelasan dari masing-masing prinsip seni rupa.

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa unsur dan prinsip seni rupa sangatlah berkaitan.

Bisa dibilang, unsur seni rupa adalah bentuk fisik dari seni rupa itu sendiri, sedangkan prinsip seni rupa merupakan bentuk non fisiknya (berupa kaidah atau pedoman).

Semoga setelah mempelajari ini, kamu semakin paham dengan prinsip seni rupa dan bisa menerapkannya pada karya seni yang akan kamu buat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *